NADA FM SUMENEP

Radio Expresi Penuh Sensasi

Berita Pemerintahan Peristiwa Politik Sosial

Penulis Buku Menjerat Gus Dur ‘Virdika Rizki Utama’ Ngopas Dengan Densus 26 

NadaFM.Net, Sumenep- Densus 26 menggelar acara NGOPAS Ngopi Santai Berkualitas bersama ‘Virdika Rizki Utama’ Penulis Buku Menjerat Gus Dur. Acara Ngopas berlangsung di Markas Densus 26 Jalan Barito 368 Gang II Pandian Sumenep, Madura Jawa Timur.

Sekretaris Densus 26 Korwil Madura, Irwan Hayat menyampaikan, bahwa meski berbarengan dengan sedikit hujan, acara yang di ikuti oleh pencinta Gusdur di Bumi Sumekar berlangsung sangat guyub dan meriah.

“Densus 26 adalah pendidikan khusus da’i ahlus sunnah wal jamaah, anggotanya para kaum muda yang peduli akan NU,” tutur Hayat yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep.

Acara Ngopas ini dipandu oleh Rojali, aktifis 2010 Yogyakarta dimulai lagsung dari acara rentetan dan skema pelengseran Gusdur. Dari A sampai Z.

Begitu halnya dengan penulis buku Menjerat Gusdur Verdika Rizki Utama, memulai acara ngopas dengan skenario dan drama pelengseran Gusdur saat menjadi presiden ke IV.

“Berkat barokah dari Gus Dur saya bisa berkumpul dengan teman teman pecinta Gus Dur di Madura. Khususnya Sumenep” ucapnya. Alhamdulillah.

Berawal dari penemuan dokumen penting yang dianggap sampah di salah satu kantor DPP Parpol, didalamnya ada nama tokoh penting terlibat dalam pelengseran Gusdur, sehingga menjadi cacatan penting dalam penulisan buku Menjerat Gusdur seperti yang sudah terbit dan sudah beredar.

Dari penemuan dokumen itu, Verdika mengkaji dan mengkonfirmasi kepada narasumber, sehingga terbitlah sebuah buku yang ia beri judul Menjerat Gusdur.

“Banyak sekali tantangan bahkan ancaman yang kepada diri penulis. Bahkan termasuk juga kepada orang tua saya”, kata verdika didepan jemaah muda Densus 26.

Dalam acara Ngopas itu, Verdika menjelaskan bahwa Gusdur seorang negarawan karena dalam setiap tindakan yang beliau lakukan selalu memikirkan dampak yang akan didapatkan orang lain. Beliau tidak memikirkan kondisi pribadinya.

“Beliau lebih memikirkan negara. Sehingga, label negarawan melekat ke diri Gusdur dan tidak ke orang lain,” paparnya.

Diakhir kegiatan, pemandu acara Muzanni menjelaskan bahwa tujuan dari bedah buku yang dikemas dalam acara NGOPAS untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa di Sumenep ada Densus 26, khususnya warga NU bahwa Gusdur lengser dari jabatan presiden bukan karena korupsi. Tetapi karena ulah rival politiknya yang anarkhi.

Akan tetapi beliau lanjut Verdika, Gus Dur justru dilengserkan oleh rival politiknya sendiri yang tidak senang jika Gusdur menjadi Presiden. Politiknya Gus Dur adalah bukan masalah menang dan kalah tapi lebih kepada nilai.

“Meski hanya 20 bulan menjabat Gusdur sudah banyak melalukan perubahan tentang kemanusiaan, sejarah sekelam apapun harus diungkap dan tidak kompromi dengan salah satu masalah , itulah Gusdur,” paparnya.

Jika ingin tahu siapa saja aktor dibalik pelengseran Gusdur di buku menjerat Gusdur sudah dijelaskan secara rinci termasuk peran yang dilakukan. Dan juga buku yang akan terbit di cetakan berikutnya.

Hadir dalam kegiatan NGOPAS adalah sebagian  Kader Densus 26 yang sekaligus mengatasnamakn NAHNU ‘Nakpotona NU, Pejuang Bherkat’, Ansor, Kopri dan para Aktifis.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *